Penyebab dan Pengobatan Mood Jelek Saat Haid
Pernah mengalami perubahan mood atau suasana hati saat tengah menjalani haid atau menstruasi? Jika iya, anda tidak perlu khawatir, karena anda tidak sendirian. Pasalnya, terdapat banyak sekali wanita yang mengaku mengalami perubahan suasana hati atau mood swing ketika datang bulan.
Bahkan beberapa diantaranya juga mengaku perubahan suasana hati tersebut dibarengi dengan gejala fisik lainnya sebelum periode menstruasi datang. Untuk kebanyakan orang, gejala tersebut terbilang cukup ringan. Tetapi terdapat pula beberapa wanita yang berjuang sekuat tenaga dalam melawan gejala tersebut.
Tak jarang wanita yang mengalami siklus menstruasi mendapatkan gejala yang parah dan mempengaruhi kehidupan dan hubungan sosialnya sehari-hari.
Penyebab Mood Jelek Saat Haid
Menurut Pusat Kesehatan Mental Wanita MGH mengatakan bahwa beberapa orang merasa hipersensitif terhadap perubahan hormon alami yang terjadi selama siklus menstruasi. Hipersensitivitas ini tentunya akan menyebabkan seseorang mengalami perubahan suasana hati yang drastis.
Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa perubahan suasana hati yang parah terkadang-kadang bisa menjadi pertanda bahwa anda tengah mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti:
Sindrom Pramenstruasi (PMS)
Sindrom ini bisa mengacu pada perubahan gejala fisik, emosi, dan perilaku yang terjadi sebelum menstruasi. Sindrom ini bisa sangat umum terjadi pada kaum wanita dan bisa dibilang tingkat keparahannya rendah. Tetapi sebagian dari mereka yang mengalami PMS ini juga bisa memiliki gejala yang terbilang parah sehingga membutuhkan bantuan secara klinis.
Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)
Kondisi datang bulan yang satu ini merupakan bentuk lanjutan dari PMS, atau bentuk yang lebih parah dari PMS. Perbedaan utama dari PMDD adalah tingkat keparahan dan durasi waktu gejalanya lebih tinggi dan lama dibandingkan dengan PMS pada umumnya.
Seseorang yang mengalami PMDD akan mengalami perubahan suasana hati yang signifikan yang bisa mengganggu hubungan sosial pribadi maupun pekerjaannya. Menurut Child Mind Institute, gejala dari gangguan ini bisa berlanjut bahkan setelah masa menstruasi berakhir.
Eksaserbasi Pramenstruasi (PME)
Sementara Eksaserbasi Pramenstruasi tidak memiliki hubungan dengan kedua jenis gangguan di atas, tetapi level dari keparahannya bisa saja lebih tinggi. Penyakit ini terjadi ketika seorang wanita yang pernah memiliki gangguan kesehatan mental sebelumnya, kemudian kondisi tersebut cenderung memburuk beberapa hari sebelum datang bulan.
Beberapa kesehatan mental yang bisa berubah menjadi semakin parah sebelum menstruasi seperti kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar.
Menurut Asosiasi Internasional untuk Gangguan Pramenstruasi mengatakan bahwa kemungkinan besar anda akan sulit membedakan antara PMDD dan PME. Maka dari itulah diperlukan diagnosa yang tepat sehingga anda bisa mengatasinya dengan benar, karena perawatan dan pengobatan yang dilakukan terhadap ketiga jenis penyakit di atas bisa saja berbeda.
Gejala Perubahan Mood Saat Menstruasi
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa gejala dan tanda antara PMS dan PMDD bisa sangat serupa, hanya saja yang membedakannya adalah tingkat keparahan dan durasi waktu gejala yang terjadi. PMDD tentunya lebih parah dari PMS karena merupakan tingkat lanjutan dari sindrom tersebut.
Beberapa orang yang menderita kondisi kesehatan mental tersebut bisa mengalami beberapa gejala tertentu baik itu secara fisik, tingkah laku, psikologis, atau gabungan dari ketiganya.
Untuk gejala fisik bisa terdiri dari:
>Sakit Kepala
>Meningkatnya atau berkurangnya nafsu makan
>Perut kembung
>Kelelahan atau lesu
>Nyeri pada payudara
>Pembengkakan kaki atau lengan
>Nyeri sendi atau otot
>Susah tidur
Sementara untuk gejala prilaku atau tingkah laku bisa berupa sulit berkonsentrasi, pelupa, dan kelelahan mental.
Dan untuk ciri gejala dari psikologi termasuk perubahan suasana hati, merasa kewalahan atau di luar kendali, menangis tanpa sebab yang jelas, kehilangan minat dalam sebagian besar kegiatan sehari-hari, kesedihan yang datang secara tiba-tiba, merasa sensitif terhadap penolakan, menarik diri dari kehidupan sosial, kecemasan, depresi dan mudah marah.
Apakah Mood Swing Normal Saat Haid?
Tergantung dari jenis gangguan yang tengah anda alami. Perubahan mood atau gejala lainnya akibat PMS bisa sangat normal terjadi. Bahkan diperkirakan bahwa setidaknya hampir 90% wanita yang memiliki siklus menstruasi akan mengalami gejala fisik atau psikologis ketika datang bulan.
Namun berbeda dengan PMDD yang sudah dijelaskan di atas, jenis gangguan ini tidaklah normal dan hanya mempengaruhi antara 3 hingga 8 persen wanita saja. Gejala ini bahkan bisa berkembang ketika seorang wanita memasuki usia 20 tahunan dan akan semakin parah dari waktu ke waktu jika tidak segera ditangani.
Beberapa faktor resiko yang menyebabkan PMDD diantaranya stres, gangguan mood atau kecemasan yang sudah ada sebelumnya, serta riwayat keluarga yang memiliki PMDD.
Perawatan dan Penanganan
Untungnya masih terdapat banyak sekali perawatan dan penanganan yang potensial untuk anda dalam melawan perubahan suasana hati sebelum masa haid datang. Beberapa yang bisa anda lakukan diantaranya seperti:
Perawatan Alami dan Perubahan Gaya Hidup
Bagi anda yang tidak terlalu suka pergi ke dokter, maka anda bisa memulainya dengan perubahan gaya hidup untuk mengatasi mood jelek atau gejala PMS lainnya dengan cara
Konsumsi makanan seimbang. Makanan seimbang untuk gangguan datang bulan haruslah rendah akan gula, sodium, dan kafein demi membantu mengurangi mood swing yang mungkin terjadi.
Berolahraga secara teratur. Menurut Pusat Kesehatan Mental Wanita MGH mengatakan bahwa olahraga aerobik dapat membantu mengurangi gejala emosi dan fisik yang diakibatkan oleh PMS dan PMDD.
Kurangi stres. Beberapa cara alami adalah dengan melakukan yoga, meditasi, atau terapi curhat dimana sudah terbukti mampu mengurangi kadar stres dan menyeimbangkan suasana hati seseorang.
Konsumsi suplemen herbal. Menurut sebuah ulasan di tahun 2017 dari delapan uji coba terkontrol secara acak, menemukan bahwa obat herbal yang dikenal dengan chasteberry bisa dikonsumsi secara aman dan efektif dalam mengatasi PMS dan PMDD.
Konsumsi suplemen kalsium. Sementara dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun yang sama juga menemukan bahwa suplemen kalsium dapat mengobati kecemasan, depresi, dan perubahan emosional yang diakibatkan oleh PMS.
Berobat ke Dokter
Opsi lainnya yang bisa anda lakukan adalah langsung dengan melakukan pengobatan untuk membantu mengatasi perubahan suasana hati sebelum menstruasi. Jika anda tengah mengalami PMS dan PMDD, maka biasanya dokter atau ahli kesehatan biasanya akan meresepkan salah satu obat-obatan sebagai berikut:
Selective serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SSNRI). Kimia otak yang disebut dengan serotonin dan norepinefrin sangatlah penting dalam mengatur suasana hati anda. Obat berjenis SSNRI seperti venlafaxine dan duloxetine mampu meningkatkan kadar dari kedua kimia tersebut di otak anda. Bahkan obat ini bisa menjadi lini pertama untuk pengobatan PMDD.
Benodiazepin. Termasuk ke dalam jenis obat penenang, obat ini bekerja dengan cara merileksasikan otot dan membantu memperlambat jenis aktivitas otak tertentu. Dokter dan para ahli mungkin akan meresepkan obat ini untuk mengobati gangguan tidur dan kecemasan, yang juga sangat bermanfaat dalam pengobatan PMDD.
Obat-obatan anti ansietas. Menurut sebuah tinjauan di tahun 2015 menunjukkan bahwa obat ini juga bisa sangat berguna dalam melawan gangguan PMDD.
Namun, keberhasilan sebuah pengobatan tergantung dari orang yang menjalaninya. Jadi, anda harus memantau gejalanya dengan cermat dan harus segera kembali ke dokter jika kondisi anda semakin memburuk.

Post a Comment